Sabtu, 27 Oktober 2012

Friendly-Environment Business Process


Nowadays, global warming campaign has become more popular.Many people aware of global warming effect, and some of them make a positive actions, such as planting trees, reduce air conditioner consumption, using public transportation to traveling for reducing pollution,and etc.Because this, many company try to applicating business process with friendly-environment to support this action. Even, those company whose can make a great solution to”go green”or support this action, will absolutely have  high recommended or maybe have a  lot of consumen.Why?Because, they can attract them with their  friendly-environment business process , or with a “go green”product.Then, what is business process  with friendly-environment?How is the influence to business process? Let’s try to expose and find the answer then..
            Perencanaan bisnis semakin mengarah ke praktik ramah lingkungan. Perusahaan menerapkan strategi ini demi masa depan bisnis dan lingkungan yang lebih baik. Di dalam dunia usaha yang peduli pada lingkungan, kita percaya bahwa mengalkulasi potensi kerusakan lingkungan dengan tujuan menciptakan usaha yang sedapat mungkin ramah lingkungan adalah jauh lebih baik daripada memperbaiki proses dalam badan usaha tersebut setelah kerusakan lingkungan terjadi. Jika prinsip pencegahan dini untuk ikut menjaga lingkungan  tidak diterapkan, badan usaha akan dirugikan oleh biaya penggantian kerusakan lingkungan yang lebih besar, risiko finansial yang lebih tinggi, dan citra badan usaha yang memburuk di kalangan konsumen.Saat ini adalah saat yang tepat bagi perusahaan untuk meninjau kembali strategi bisnis yang stagnan dan menggantinya ke model bisnis baru yang berkelanjutan.Menurut Julie Urlaub, Managing Partner Taiga Company, konsep ramah lingkungan (green) kini tidak lagi menjadi sebuah gerakan biasa namun sudah menjadi tuntutan pasar. Jika kita bisa cerdas memanfaatkannya, tren ini bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi para pemimpin perusahaan. Strategi ramah lingkungan apa saja yang perlu diterapkan untuk mengurangi biaya dan menambah nilai perusahaan? 
            Banyak perusahaan yang kini tengah mengevaluasi besaran pemakaian energi rata-rata per meter persegi dan menerapkan langkah-langkah terbaik untuk menguranginya melalui penelitian konsumsi energi, penerapan langkah efisiensi, modifikasi peralatan, dsb. Juga, mulai menerapkan proses penghematan energi dalam operasionalnya sehari-hari. Langkah yang  bisa dilakukan adalah dengan mengevaluasi tingkat konsumsi energi pada saat jam sibuk dan mengurangi waktu pemakaian energi pada waktu tenggang (off-hour usage).Untuk apa?Tentunya untuk menentukan seberapa besar konsumsi energy yang dipakai oleh perusahaan.Dan, setelah itu, perusahaan bisa mengukur dan merencanakan berapa energy yang nantinya akan dipakai sesuai kebutuhan.Bahkan kalau bisa, memakai energy potensial lain.Hal ini bisa mengurangi pemakaian listrik dan batubara yang merupakan energy yang tak dapat diperbaharui.
Beberapa contoh inisiatif untuk menggerakkan program  proses bisnis yang ramah lingkungan antaranya berupa pemberian insentif bagi pekerja yang mau mennggunakan angkutan umum untuk pergi ke kantor dan menggelar program berbagi tumpangan (car/van pooling).Menurut saya, ini bisa mengurangi pemakaian bahan bakar minyak(BBM) maupun ongkos yang harus ditanggung perusahaan untuk membiayai  pegawai bolak-balik bekerja.Jadi, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.Selain itu, dalam proses pengepakan atau produksinya, harga produk bisa dipangkas dengan sistem pengemasan yang makin efisien dan ramah lingkungan.Caranya, memakai kemasan yang ramah lingkungan, seperti kertas yang tidak mudah rusak, atau bahan yang bisa diuraikan, bahkan mungkin nantinya bisa menjadi pupuk bagi tanaman-tanaman yang ada di sekitarnya.Sekali lagi, menurut saya, inilah perlunya sebuah laboratorium dalam perusahaan untuk membuat sebuah desain maupun produk-produk baru yang lebih baik danramah lingkungan.
Allah berfirman dalam QS. Al-‘Araf(7):56  yang berbunyi :“ Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” Bila kita perhatikan ayat yang berisi larangan agar tidak berbuat  kerusakan di muka bumi tidaklah sedikit. Seperti kita ketahui Allah swt menciptakan manusia dengan tujuan yang jelas yaitu, agar ia menjadi khalifah di bumi ini. Manusia di beri tugas agar memelihara, menjaga serta mengelola bumi ini. Artinya demi kelangsungan, kepentingan serta kenyamanan kita sebagai manusia,  Allah swt sebagai pemilik tunggal bumi ( dan seluruh alam semesta ) mengizinkan kita mendaya gunakan bumi dan seluruh isinya secara maksimal. Ini adalah sifat utama-Nya, yaitu Ar-Rahman, Yang Maha Pengasih. Dengan syarat tidak merusak keseimbangannya.

Dalam jurnal seperti  yang ada di proquest dengan judul “Achieving a Society for All Ages: a Shared Responsibility... Older Citizens are Ready to Help!”, negara-negara Eropa akan mengalami krisis ekonomi yang sangat parah, keuangan dan sosial. Dikombinasikan dengan penuaan demografi yang cepat, hal ini menciptakan tantangan terbesar Uni Eropa yang pernah dihadapi. Ketimpangan telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir dan pemotongan drastis sedang diperkenalkan dalam pelayanan sosial mempengaruhi orang tua. Otoritas publik, organisasi masyarakat sipil dan peneliti harus bekerja bergandengan tangan dan lintas-perbatasan untuk menemukan cara mengembangkan usia-ramah lingkungan yang akan mendukung penggunaan optimal sumber daya manusia Eropa dan sumber daya yang terbatas.Ini membuktikan bahwa Negara-negara maju, seperti Eropa misalnya.Mereka sudah mulai memperhatikan dan member perhatian khusus untuk menciptakan bisnis yang ramah lingkungan.Tidak hanya terhadap alam saja, namun juga semua orang.

Kita dapat melihat dan merasakan sendiri  apa akibatnya bila kita tidak mematuhi aturan alias merusaknya. Banjir, kebakaran hutan, naiknya permukaan dasar laut,  krisis energi, rusaknya lapisan Ozon, pemanasan global adalah beberapa diantara contohnya. Belum lagi berbagai jenis penyakit yang saat ini makin banyak saja ragamnya. Jadi sebenarnya kita sendirilah yang menderita dan rugi bila kita berbuat kerusakan. Oleh karena itulah, perusaahaan apapun harus menjaga dan mendaya gunakan alam dengan benar.Jangan seenaknya saja, mentang-mentang punya uang, lalu pakai energy ini-itu, boros listrik, membuat polusi dimana-mana tanpa memperhatikan sekitarnya.Sebab, bagaimanapun juga, setiap perusahaan tentunya memiliki tanggung jawab atau Corporate social responsibility.Jika diperlukan, perusahaan bisa memanfaatkan konsultan lingkungan untuk menganalisis proses bisnis mereka dan menerapkan praktik ramah lingkungan yang tepat bagi perusahaan.

References
  • Greenpreneurs.”Prinsip Bisnis Ramah Lingkungan 1: Pencegahan Dini”http://greenpreneurshipchallenge.wordpress.com/2012/05/06/prinsip-bisnis-ramah-lingkungan-1-pencegahan-dini/(diakses tanggal 27 Oktober 2012).
  •   Hijauku.“Proses Bisnis ramah Lingkungan”.http://www.heartline.co.id/eco-family/article59.php(diakses tanggal 27 Oktober 2012).
  • Edy Djatmiko, Harmanto.” Meniscayakan BisnisHijau”. http://penabulu.org/2012/07/meniscayakan-bisnis-hijau/(diakses tanggal 27 Oktober 2012).
  • Brussels.” Achieving a Society for All Ages: a Shared Responsibility... Older Citizens are Ready to Help!” http://eresources.pnri.go.id:2056/docview/1041358905?accountid=25704/ (diakses tanggal 27 Oktober 2012).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar